APA ITU TECHNOPRENEURSHIP ?

5:25 PM
APA ITU TECHNOPRENEURSHIP ?
Di Posting Oleh : wandi
Kategori : Informasi news coding Teknologi

Ilustrasi Teknopreneur

Sebelum memahami pengertian dari technopreneurship lebih baik kita memahami dulu apa itu entrepeneurship dan entrepeneur. Berikut saya jelaskan kedua hal tersebut

Entrepreneurship adalah suatu praktek mengubah gagasan yang baik menjadi usaha komersial yang menguntungkan. Entrepreneurship memiliki karakteristik kombinasi dari sikap kompetitif, visioner, kejujuran, pelayanan, pemberdayaan, pantang menyerah, dan kemandirian.Entrepreneurship memiliki ciri-ciri swadaya usaha dan mengandung komponen manajemen pemasaran, produksi, dan finansial.

Entrepreneur adalah seseorang yang menciptakan bisnis/usaha dengan keberanian untuk menanggung resiko untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang ada (zimmerer & scarborough, 2008). Seorang entrepreneur bukan hanya seorang yang membangun unit bisnis pribadi yang kecil dan baru. Menjadi pegawai korporasi pun kita tetap bisa memiliki jiwa entrepreneurial. Karena inti dari entrepreneurship adalah konsistensi usaha (consistent work), inovasi ide (innovative idea), dan hasil yang menguntungkan (profitable output).


Pengertian Technopreneurship

Technopreneur merupakan gabungan kata dari Technology dan Entrepreneur. Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang apa itu entrepreneur dan entrepreneurship. Sedangkan apa itu Technology ?

Teknologi adalah implementasi penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia untuk mempermudah kerja manusia dalam memenuhi kebutuhannya.

Setelah kita memahami apa itu teknologi kita dapat menyimpulkan bahwa 

Technopreneur adalah entrepreneur yang mengoptimalkan segenap potensi teknologi yang ada sebagai basis pengembangan bisnis yang dijalankannya . 

Technopreneurship merupakan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya, dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional (Sutarbi, 2009). Technopreneurship memulai usaha baru yang dihasilkan dari ilmu pengetahuan (science), teknologi (technology), dan rekayasa (engineering) yang dibutuhkan oleh pasar.

Baca juga Pengertian IoT

 

Tujuan Technopreneur

Technopreneurship telah menjadi peran penting dalam penggunaan teknologi untuk memenuhi berbagai tujuan. Dengan Technopreneurship memudahkan orang untuk tetap berhubungan satu sama lain dan menghasilkan beberapa produk yang tidak dapat diprediksi serta solusi yang bermanfaat bagi banyak orang.

Selain itu, Technopreneur juga memberikan manfaat lain bagi masyarakat banyak dan bangsa yang mana memberikan kontribusi bagi pembangunan perekonomian. Di sini, kita akan membahas pentingnya Technopreneurship bagi dunia dan orang banyak.

1. Meningkatkan nilai dan mengurangi pemborosan sumber daya lokal

Berbagai sumber daya alam dan produktif tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh setiap pengusaha untuk kesuksesan bisnis. Penggunaan sumber daya lokal meningkatkan nilainya dan mengurangi laju pemborosan sumber daya.

2. Menciptakan Peluang Kerja Baru

Ketika memulai bisnis, maka ada peningkatan peluang kerja karena mereka membutuhkan tenaga kerja untuk menjalankan semua operasi bisnis.

Dengan cara yang sama, technopreneurship menciptakan lapangan kerja dan membantu bangsa untuk memerangi masalah pengangguran. Ini meningkatkan tingkat lapangan kerja suatu perekonomian.

3. Pembentukan modal

Investasi merupakan bagian integral dari bisnis dan Pengusaha membutuhkan dana untuk memulai dan membawa bisnis mereka ke ketinggian yang baru. Mereka mengambil bantuan keuangan dari investor dan pemodal dan memanfaatkan investasi besar yang mengarah pada pembangunan ekonomi.

4. Mendorong Kemajuan teknologi 

Dengan menjadi technopreneur yang kreatif dan inovatif, mereka memainkan peran penting dalam bidang pemanfaatan serta perkembangan teknologi.

5. Promosi kegiatan kewirausahaan

Generasi muda mendapat kesempatan untuk bekerja dengan perusahaan technopreneurship tersebut dan mempelajari cara untuk mencapai kesuksesan. Ini juga menginspirasi rekan tim dan karyawan ini untuk tumbuh dan memulai perusahaan bisnis mereka juga.

6. Diversifikasi bisnis dan desentralisasi

Seorang Pengusaha dapat mengetahui peluang bisnis dan menempatkannya di daerah yang sesuai termasuk daerah terpencil.



Perkembangan technopreneur di Indonesia

Tercatat bahwa baru ada 1.56% technopreneur dari total keseluruhan populasi masyarakat Indonesia. Hal ini tentu sangat jauh dengan jumlah entrepreneur Indonesia yang bisa mencapai angka 56.5 juta orang.

technopreneur memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di tahun-tahun selanjutnya. Di tambah lagi dengan makin banyaknya pengusaha muda di bidang teknologi kreatif, membuktikan bahwa potensi besar itu dimiliki bangsa indonesia.

Berdasarkan Tech In Asia, 95% bisnis di Indonesia adalah startup di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Upaya untuk meningkatkan Technopreneur di Indonesia

Untuk meningkatkan perkembangan technopreneur di indonesia berikut upaya - upaya yang harus dilakukan  :
  • Mengadakan seminar dan event untuk membangkitkan motivasi calon technopreneur muda di Indonesia.
  • Pemerintah memberlakukan peraturan dan regulasi yang bisa melindungi hak-hak para pelaku industri technopreneur. Sehingga masyarakat umum juga lebih tertarik untuk memanfaatkan technopreneur tanpa harus terbebani dengan maraknya penipuan dan cyber crime di Indonesia.
  • perguruan tinggi berperan dalam riset dan pengembangan terhadap teknologi tepat guna, termasuk program industrial cluster dan incubator bisnis, berkaitan juga dengan pembangunan sumber daya manusia dan lainnya, yang semuanya dapat dikoordinasikan oleh pemerintah.
  • membangun budaya kewirausahaan dalam peningkatan mutu dan membangun spirit transpormasi kewirausahaan Indonesia dari konvensional ke arah wirausaha berbasis teknologi.


Contoh Usaha Technoprenuer

Berikut beberapa contoh - contoh usaha Technopreneur beserta cerita - cerita tentang pendirinya 

Kaskus

Yang pertama ada Kaskus. Sejak kecil Andrew Darwis sudah mulai suka membongkar dan memperbaikinya lagi berbagai barang elektronik seperti radio. Tahun 1997 Dengan kecepatan internet yang sangat terbatas saat itu, Andrew benar-benar memanfaatkan internet untuk mencoba hal-hal yang positif hingga akhirnya berhasil menciptakan sebuah web pribadi miliknya.

Pada 1999, dosennya memberikan sebuah tugas membuat situs sendiri. Kemudian, Andrew memutuskan untuk membuat sebuah situs komunitas dimana para usernya dapat saling berbagi informasi. Dengan bermodalkan 3 dollar Amerika Serikat atau sekitar 30 ribu Rupiah untuk menyewa server, terciptalah sebuah situs bernama Kaskus yang diambil dari kata ‘kasak – kusuk’ melalui tangan Andrew.

Facebook

Sejak kecil Zuckerberg suka mengu­tak-atik komputer, mencoba berbagai program komputer dan belajar membuatnya.Zuckerberg & D'Angelo membuat plug-in untuk menghimpun kesukaan orang terhadap aneka jenis lagu dan kemudian membuat play­list-nya sesuai selera mereka.

Di Harvard Zuckerberg menemukan ide membuat buku direktori mahasiswa online karena universitasnya tak membagikan face book (buku mahasiswa) sebagai ajang pertemanan di antara mereka. Proyek I : CourseMatch (www.coursematch.com) memungkinkan teman-teman sekelasnya berkomunikasi satu sama lain di website tersebut. 

Memasukkan data  ke dalam website yang bernama Facemash. Sejumlah foto rekan mahasiswanya terpampang di situ. Facebook penyempurnaan dari Facemash. Sasarannya tetap sebagai tempat pertemuan sesama mahasiswa Harvard.


Gojek

Riset Nadiem Makarim : melihat permasalahan utama tukang ojek adalah waktu tidak produktif yang besaar, seperti mangkal dan menunggu penumpang. Saat di pangkalan ojek, pengemudi ojek harus bergiliran dengan pengemudi ojek lainnya. Disisi lain para pengguna ojek, juga merasa malas untuk berjalan mencari pangkalan ojek. Di kota-kota besar, orang lebih suka menggunakan taxi karena lebih mudah dicari.

Nadiem mendapatkan ide awal untuk melakukan inovasi bagaimana cara menghubungkan pengendara ojek dengan calon pembelinya. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan ponsel. GoJek dirintis pada tahun 2011 dengan menggunakan sistem yang masih sangat sederhana, yaitu calon penumpang menghubungi melalui telepon, atau kirim sms.

Tokopedia

William & Leontinus Alpha Edison, merintis Tokopedia.com. Waktu pengembangan Tokopedia, membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan. Saat awal mendirikan Tokopedia, Beliau banyak diremehkan orang.  Banyak orang yang menolak ide bisnis yang disodorkan William Tanuwijaya.

Tokopedia boleh dibilang memiliki perkembangan jumlah penjual dan pembeli yang cukup bagus. Pada tahun pertamanya, Tokopedia mendapatkan suntikan investasi. Prestasi di tahun pertamanya, Tokopedia mendapatkan penghargaan dari Bubu Awards sebagai startup e-commerce terbaik di Indonesia. Model bisnis yang ditawarkan Tokopedia adalah menghubungkan antara penjual dan pembeli dengan aman, nyaman dan praktis. Lebih lanjut mengenai Kisah dari Tokopedia bisa disini.

Ruang Guru

Iman Usman memiliki jiwa sosial yang tinggi, ketika usia 10 tahun, ia meluncurkan sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan mengajar teman sebaya tanpa memungut biaya.Iman Usman memainkan game adaptasi harry potter dimana tadinya memiliki level seorang murid, kemudian meningkatkan level-nya hingga pengajar bergelar professor Astronomi. Melalui game inilah, Iman Usman menemukan passion sebagai seorang pengajar

Salah satu peluang yang ditangkap oleh Iman Usman untuk membangun marketplace bagi guru privat ini terbersit ketika ia menemukan hanya sedikit tempat bimbingan belajar yang terdaftar di Indonesia.
Di sinilah Ruangguru.com hadir untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan akan guru privat online.
Ia membangun marketplace bagi guru privat bernama Ruangguru.com dengan proses yang lebih transparan dan cara pemberian rating, review serta mempermudah prosedur dalam pembayarannya.

TaniHub

Yang Terakhir ada TaniHub. Michael Jovan Sugianto mengamati secara langsung bahwa kehidupan petani di daerah tersebut masih tergolong miskin.Ia mengikuti Startup Weekend 2005 di Conclave Working Space, Jakarta Selatan. Di ajang tersebut dia bertemu dengan orang-orang yang akhirnya bisa mewujudkan idenya.

William Setiawan, Miftahul Choiri, Wawan Setyawan, dan Wahyu Nugroho. Yang dengan keahlian masing-masing akhirnya menciptakan startup yang berbasis Android dan diberi nama TaniHub Fresh from Farmers.
Prinsip kerja TaniHub, menurut Michael Jovan, adalah memutus rantai panjang distribusi yang diisi oleh para perantara, yang pada akhirnya justru lebih banyak merugikan petani. 

Dengan memperpendek rantai distribusi, bahkan menghilangkannya, maka antara petani dan konsumen dapat sama-sama mendapatkan keuntungan.

Penutup

Itulah penjelasan mengenai apa itu technopreneur dan contoh segerintil usaha - usaha technopreneur. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel yang lainnya.


Mau liat atau download source code aplikasi premium bisa disini.
Previous
Next Post »
0 Komentar