Showing posts with label Pemprograman web. Show all posts
Showing posts with label Pemprograman web. Show all posts

Tutorial menginstal xdebug di xampp

8:01 PM Add Comment

 

Debuging PHP

Xdebug adalah sebuah extensi PHP yang digunakan untuk memudahkan proses debugging (pemecahan masalah) dalam pengembangan aplikasi web. Xdebug memungkinkan developer untuk melakukan debugging pada kode PHP secara langsung dengan mudah dan cepat. Artikel ini akan membahas tentang cara menginstal Xdebug pada XAMPP di Windows.


Langkah-langkah untuk menginstal Xdebug di XAMPP di Windows adalah sebagai berikut:


Langkah 1: Download Xdebug

Pertama, download file Xdebug yang sesuai dengan versi PHP yang terpasang pada XAMPP. Anda dapat mengecek versi PHP dengan membuka localhost/phpinfo.php pada browser. Kemudian, cari dan catat versi PHP yang terpasang di XAMPP.


Selanjutnya, buka halaman download Xdebug di https://xdebug.org/download. Pilih file Xdebug yang sesuai dengan versi PHP yang terpasang di XAMPP.


Langkah 2: Pindahkan file Xdebug

Setelah mengunduh file Xdebug, ekstrak file tersebut dan pindahkan file Xdebug yang sesuai dengan versi PHP ke direktori "ext" di dalam direktori instalasi XAMPP. Direktori "ext" biasanya terletak di dalam direktori "php" pada direktori instalasi XAMPP.


Langkah 3: Konfigurasi php.ini

Buka file php.ini pada direktori "php" di dalam direktori instalasi XAMPP. Cari baris yang berisi "zend_extension" dan tambahkan baris berikut di bawahnya:


zend_extension = "<path_to_xdebug>/php_xdebug-<version>-<architecture>.dll"


Ganti "<path_to_xdebug>" dengan direktori tempat Anda menyimpan file Xdebug. Ganti "<version>" dan "<architecture>" sesuai dengan versi Xdebug yang Anda unduh.


Langkah 4: Restart Apache

Setelah mengedit file php.ini, restart Apache di XAMPP untuk memuat pengaturan baru.


Langkah 5: Verifikasi instalasi

Untuk memeriksa apakah Xdebug telah terpasang dengan benar, buka localhost/phpinfo.php pada browser. Cari bagian "Xdebug" pada halaman phpinfo.php. Jika Xdebug telah terpasang dengan benar, Anda akan melihat informasi tentang Xdebug di bagian tersebut.


Langkah 6: Konfigurasi Xdebug

Anda dapat menambahkan konfigurasi Xdebug pada file php.ini untuk mempercepat proses debugging. Beberapa konfigurasi Xdebug yang berguna adalah sebagai berikut:


xdebug.remote_enable=1

xdebug.remote_host="localhost"

xdebug.remote_port=9000


Kode di atas akan mengaktifkan debugging jarak jauh, dengan Xdebug yang berjalan pada localhost pada port 9000.


Dengan demikian, tutorial ini telah memberikan panduan tentang cara menginstal Xdebug pada XAMPP di Windows. Setelah berhasil menginstal Xdebug, Anda akan dapat melakukan debugging pada kode PHP dengan mudah dan efektif.

Mengenal Single Page Application (SPA) dan Keuntungannya

7:39 PM Add Comment

Single Page Aplication

 

Single Page Application (SPA) adalah sebuah pendekatan dalam membangun aplikasi web modern yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan satu halaman saja, tanpa perlu memuat ulang seluruh halaman seperti pada aplikasi web tradisional. Dalam SPA, konten pada halaman akan diperbarui secara dinamis sesuai dengan interaksi pengguna, sehingga memberikan pengalaman yang lebih halus dan responsif.


Salah satu contoh dari SPA yang populer adalah Gmail. Saat pengguna mengklik pada pesan email, konten pada halaman tidak perlu dimuat ulang, melainkan diperbarui secara dinamis. Hal ini membuat aplikasi web Gmail terasa lebih responsif dan nyaman digunakan, terlebih jika dibandingkan dengan aplikasi web tradisional yang memerlukan waktu untuk memuat ulang seluruh halaman setiap kali pengguna melakukan interaksi.

Baca juga Angular framework untuk membuat Single Page Application


Keuntungan dari penggunaan pendekatan SPA antara lain:


1. Responsif dan Lebih Cepat

Dalam SPA, sebagian besar sumber daya aplikasi, seperti file CSS, JavaScript, dan gambar, dimuat hanya satu kali pada awalnya, kemudian disimpan di dalam memori browser. Saat pengguna berinteraksi dengan aplikasi, konten akan diperbarui secara dinamis tanpa perlu memuat ulang seluruh halaman. Hal ini membuat aplikasi terasa lebih responsif dan cepat.


2. Pengalaman Pengguna yang Lebih Halus

Dalam aplikasi web tradisional, pengguna harus menunggu seluruh halaman dimuat ulang setiap kali mereka melakukan interaksi, misalnya saat mengklik tautan atau tombol pada navigasi. Dalam SPA, halaman hanya dimuat satu kali pada awalnya, dan setelah itu semua interaksi akan dilakukan secara dinamis. Pengguna akan merasakan pengalaman yang lebih halus dan nyaman karena tidak perlu menunggu seluruh halaman dimuat ulang setiap kali mereka melakukan interaksi.


3. Pemeliharaan yang Lebih Mudah

Dalam SPA, sebagian besar kode aplikasi dijalankan di sisi klien (client-side), sehingga memungkinkan pengembang untuk memisahkan tugas antara sisi klien dan sisi server. Hal ini membuat pemeliharaan aplikasi lebih mudah, karena perubahan pada kode sisi klien tidak akan mempengaruhi kode sisi server. Selain itu, karena sebagian besar sumber daya aplikasi dimuat hanya satu kali pada awalnya, perubahan pada aplikasi dapat diterapkan dengan cepat dan mudah.


4. Dukungan untuk Aplikasi Mobile

SPA sangat cocok untuk digunakan dalam membangun aplikasi mobile, karena ukuran file yang relatif kecil dan pengalaman pengguna yang lebih responsif. Dalam aplikasi mobile, kecepatan dan responsifitas sangat penting, dan SPA mampu memberikan pengalaman yang lebih baik daripada aplikasi web tradisional.


Kesimpulan

Single Page Application (SPA) adalah sebuah pendekatan dalam membangun aplikasi web modern yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan satu halaman saja, tanpa perlu memuat ulang seluruh halaman seperti pada aplikasi web.



Memahami Asynchronous dan Synchronous Programming dalam Pemrograman Javascript

5:07 AM Add Comment
Asynchronous dan Synchronous Programming

Kali ini kita akan  belajar tentang perbedaan Asynchronous dan Synchronous Programming dalam pemrograman Javascript dan bagaimana kedua metode ini mempengaruhi kecepatan eksekusi program. Asynchronous dan Synchronous adalah istilah yang sering digunakan dalam pemrograman Javascript.


Asynchronous Programming adalah pendekatan pemrograman yang tidak terikat pada input output (I/O) protocol. Ini berarti bahwa pemrograman asynchronous tidak melakukan pekerjaan secara berurutan seperti pemrograman lama. Sebaliknya, pekerjaan dilakukan secara independen dan tanpa harus menunggu proses lain selesai. Hal ini membuat waktu eksekusi menjadi lebih singkat dan cepat.


Sedangkan Synchronous Programming memiliki pendekatan yang lebih tradisional, dengan task yang dieksekusi satu per satu sesuai urutan dan prioritas. Namun, Synchronous Programming memiliki kemudahan yang tidak ditawarkan oleh Asynchronous Programming.

Baca juga Apa itu AJAX

Kedepannya, kedua pendekatan ini akan terus berkembang dan berada pada satu tujuan yang sama. Terlebih dengan semakin berkembangnya teknologi seperti Rest API. Pelajari lebih lanjut tentang Asynchronous dan Synchronous Programming dalam pemrograman Javascript!

Membuat layout menggunakan librari semantic-ui-react pada aplikasi react js

1:08 AM Add Comment
Kita akan membuat layout website responsive menggunakan librari semantic-ui-react. Semantic UI adalah semacam UI frameworks yang memudahkan kita membuat website template atau style website, karena source css, javascript, dan html telah siap untuk digunakan atau diimplementasikan ke dalam project website. Dengan ui framework, kita tidak perlu lagi membuat style website dan fungsi-fungsi javascript dari awal, sangat membantu mempercepat pengembangan aplikasi yang kita buat. Librari semantic-ui-react adalah komponen-komponen react js yang dibuat menggunakan style semantic ui (semantic-ui.com). Semua dokumentasi dari setiap komponen react js bisa kita pelajari melalui website https://react.semantic-ui.com. Pada tutorial sebelumnya kita telah membuat halaman-halaman website menggunakan librari react-router-dom. Tutorial kali ini kita akan membuat layout website responsive yang sudah ada navigasi atau menu untuk menuju ke setiap halaman website. Contoh layout yang akan kita buat seperti ini https://react.semantic-ui.com/layouts/homepage Ikuti langkah-langkah berikut ini: 1. Masuk ke project react js yang telah kita buat, dan install librari semantic-ui-react.
$ cd aplikasi-reactjs
$ npm install --save semantic-ui-react
2. Install package css dari semantic ui.
$ npm install --save semantic-ui-css
3. Import semantic-ui-css di dalam file index.js: 4. Buat folder containers dan components di dalam src:
$ mkdir src/containers
$ mkdir src/components
5. Buatlah file-file berikut ini pada folder nya masing-masing: src/components/HomepageHeading.js ---- src/containers/DesktopContainer.js ---- src/containers/MobileContainer.js ---- src/containers/FooterContainer.js ---- src/containers/ResponsiveContainer.js ---- src/Router.js ---- src/pages/HomePage.js ---- src/pages/AboutPage.js ---- src/pages/ContactPage.js ---- 6. Jalankan aplikasi react js anda di localhost: $ npm start Baiklah sampai disini project react js kita sudah memiliki layout yang responsive terdiri dari navigasi, header, footer dan content setiap page. Berikut ini adalah file-file yang baru dibuat dan yang di-edit: File Baru: src/components/HomepageHeading.js src/containers/DesktopContainer.js src/containers/FooterContainer.js src/containers/MobileContainer.js src/containers/ResponsiveContainer.js
File Edit:
src/index.js src/Router.js src/pages/AboutPage.js src/pages/ContactPage.js src/pages/HomePage.js Langkah selanjutnya adalah upload hasil kerja anda ke server hosting. Ikut langkah-langkah pada tutorial bagian 2. Anda bisa melihat hasil dari tutorial ini di alamat website www.opetstudio.com. Source code tutorial di https://github.com/opetstudio/tutorial-reactjs/tree/tutorial-bagian-3. Okey, sekian tutorial cara membuat layout website react js menggunakan librari semantic-ui-react, jika ada bagian yang kurang anda mengerti, anda bisa bertanya langsung di kolom komentar. Ikuti terus seri tutorial react js dalam bahasa Indonesia untuk seri yang akan datang. Terima kasih telah membaca tutorial yang sederhana ini. Semoga bermanfaat. Salam..!!!

Implementasi react-router-dom untuk membuat pages website pada aplikasi react js

12:55 AM Add Comment
Implementasi react-router-dom untuk membuat pages website pada aplikasi react js

Tutorial ini akan membahas tentang penggunaan router pada aplikasi react js. Kita akan menggunakan librari atau package react-router-dom sebagai router. Kegunaan router adalah memisahkan komponen-komponen mana yang akan di-render berdasarkan path url yang sudah ditentukan. Contohnya path url "/home" untuk komponen "HomePage.js", path "/about" untuk "AboutPage.js", path "/contact" untuk "ContactPage.js", dan seterusnya. Ada dua tipe komponen router yang dapat kita pakai dari librari react-router-dom. Pilih salah satu komponen yaitu HashRouter atau BrowserRouter. 

Jika aplikasi react js akan diakses melalui browser, maka disarankan menggunakan BrowserRouter. Berikut ini contoh perbedaan url yang menggunakan HashRouter dan BrowserRouter: HashRouter: http://www.opetstudio.com/#/home BrowserRouter: http://www.opetstudio.com/home Terlihat perbedaannya, yang satu memakai hash, yang satunya lagi tidak memakai hash. Biasanya saya menggunakan HashRouter saat membuat aplikasi dashboard kusus untuk admin. 


Pada prakteknya nanti, anda bisa coba-coba kedua tipe router di atas. Okey, kita langsung saja implementasi librari react-router-dom pada project yang sudah kita buat pada tutorial bagian 1, dan langsung kita upload ke hosting sama seperti tutorial bagian 2. Kita akan membuat tiga halaman website yaitu halman home, about dan contact. Ikuti langkah-langkah berikut: 1. Pertama, masuk ke dalam folder project react js dan install librari atau package react-router-dom:
$ cd aplikasi-reactjs
$ npm install --save react-router-dom
option --save artinya save daftar module atau package yang telah kita install ke dalam file package.json. 2. Buatlah folder "pages" di dalam folder src:
$ mkdir src/pages
3. Buatlah file HomePage.js di dalam folder "pages" tadi, dan copy paste script di bawah ini: Save file anda tadi dengan command: ":wq!", atau save file seperti biasa jika menggunakan editor. Saya sarankan gunakan editor Visual Studio Code, biar lebih mudah. 4. Ikut step ke-2 untuk membuat file AboutPage.js dan ContactPage.js, sesuaikan nama class nya dengan nama file nya. Ganti tulisan "ini adalah halaman Home" sesuai dengan halaman masing-masing biar kelihatan perpindahan antara page. Jadi file page yang telah kita buat dan berada di dalam folder src/pages/ adalah file: HomePage.js, AboutPage.js dan ContactPage.js. 5. Buatlah satu file dengan nama "Router.js" di dalam folder src. Copy dan paste script javascript berikut: 6. Edit file src/index.js, Replace semua string "App" dengan "Router. Hasil koding nya seperti ini: 7. Implementasi react-router-dom telah selesai. Sekarang ketik command berikut untuk menjalankan aplikasi react js di localhost:
$ npm start
Akses alamat url berikut untuk membuka setiap halaman yang telah kita buat tadi: http://localhost:3000/home http://localhost:3000/about http://localhost:3000/contact Jreng..Jreng..Jreng.. Halaman-halaman website anda sudah bisa di akses menggunakan alamat url nya masing-masing karena kita telah memasang router pada aplikasi atau project react js. Saya rasa tutorial ini terlalu gampang untuk diikuti. Bukan begitu bukan? Selanjutnya, upload hasil kerja kita tadi ke hosting anda masing-masing. Ikuti langkah-langkah berikut: 1. Jalankan perintah berikut untuk build project react js:
$ npm run build
hasil build file-file source berada di dalam folder build, semuanya sudah di minify dan siap untuk diupload ke server. 2. Buka aplikasi ftp seperti WinScp, Filezilla, Transmit atau aplikasi-aplikasi ftp lainnya yang biasa anda gunakan, lalu masuk ke hosting menggunakan username dan password ftp yang telah diberikan oleh jasa penyedia hosting . Upload semua isi folder build ke folder public_html di server hosting anda. 3. Step ini sangat penting..!!!. Jangan lupa buat file .htaccess dan upload ke dalam folder public_html di server. Copy Paste script berikut ke dalam file .htaccess:
Options -MultiViews
RewriteEngine On
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteRule ^ index.html [QSA,L]
Setelah selesai semua proses upload, silahkan akses halaman-halaman website anda menggunakan alamat domain pribadi anda. Contoh alamat domain yang saya gunakan adalah opetstudio.com:


Baiklah sekian tutorial yang sangat singkat ini, jika ada yang kurang anda mengerti, silahkan bertanya di kolom komentar. Ikuti terus seri selanjutnya dari tutorial react js "Tutorial React Js Bahasa Indonesia", sehingga anda bisa mengerti cara membuat aplikasi website menggunakan react js. source code tutorial: https://github.com/opetstudio/tutorial-reactjs Terima kasih sudah membaca tutorial yang sederhana ini.